Pages

Senin, 05 Januari 2015

Hama Ulat Artona pada Kelapa

  Ulat artona adalah salah satu hama penting bagi budidaya tanaman kelapa. Ulat yang tergolong dalam family Zyganidae dan ordo Lepidoptera ini hidup dengan melewati 4 fase dalam siklus metamorfosisnya, yakni telur, larva (ulat), kepompong, dan imago (serangga dewasa).


Telur
 
  Telur ulat antona berwarna kuning, berbentuk bulat lonjong, dengan panjang 2, 5 mm dan lebar 1,0 mm. Telur biasa diletakan oleh imago betina (kupu dewasa) di luka bekas gerekan kumbang Oryctes pada batang tanaman. Kumbang betina dapat bertelur sebanyak 500 butir setiap kali bereproduksi. Telur akan menetas menjadi larva pada usia 3 sd 4 hari setelah diletakan.

Larva
  larva ulat antona berwana putih kekuning-kuningan, bening, berukuran panjang 11 mm. Di sepanjang punggungnya, tampak garis lebar yang berwarna hitam ungu. Kepala larva berwarna kuning kemerah-merahan dan bagian tubuh depan lebih besar dibandingkan bagian tubuh belakang. Larva akan menjadi kepompong setelah usia 17 sd 22 hari dari awal penetasannya.

Kepompong
  Kepompong ulat artona dibungkus selapis kulit (kokon) berwarna merah sawo matang. Panjang kepompong ini antara 12 sd 14 mm dengan diameter 6 sd 7 mm. Kepompong menjadi imago atau serangga dewasa pada usia 10 sd 12 hari.

Kupu artona

  Kupu artona berukuran panjang 10 sd 15 mm dengan jarak antar sayap (lebar) 13 sd 16 mm. Sayap biasanya berwarna hitam merah hingga hitam kecoklat-coklatan. Pada bagian kuduk, kupu ini memiliki semacam sisik berwarna kuning. Sisik tersebut juga ada pada bagian bawah dan pinggir sayapnya. Kupu artona duduk hingga dengan ke dua kakinya sepanjang hari. kupu ini duduk berjajar bersama sejenisnya pada  anak daun kelapa yang menggantung atau pada pohon lain. Kupu hanya bergerak dan aktif pada pagi dan sore hari. kupu betina biasanya lebih aktif dengan mengitari beberapa pohon kelapa untuk mencari kupu jantan untuk dibuahi. Biasanya setelah dibuahi, 2 hari kemudian kupu betina akan bertelur dan meletakan telurnya pada lubang-lubang bekas gerekan Oryxtes.

Dampak akibat serangan ulat artona

  Serangan hama ulat artona, dalam waktu singkat dapat menyebabkan terjadinya kerusakan yang signifikan pada daun tanaman dan merupakan petani kelapa, walaupun akibat serangannya tidak sampai menyebabkan kematian tanaman kelapa. Sebagai ilustrasi: serangan hebat pada kebun kelapa akan menyebabkan buah termuda gugur, dan disusul gugurnya buah-buah kelapa yang lebih tua
Serangan hama ini dalam waktu singkat dapat menyebabkan terjadinya kerusakan yang signifikan pada daun tanaman dan merupakan petani kelapa, walaupun akibat serangannya tidak sampai menyebabkan kematian tanaman kelapa. Sebagai ilustrasi: serangan hebat pada kebun kelapa akan menyebabkan buah termuda gugur, dan disusul gugurnya buah-buah kelapa yang lebih tua

Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win
Serangan hama ini dalam waktu singkat dapat menyebabkan terjadinya kerusakan yang signifikan pada daun tanaman dan merupakan petani kelapa, walaupun akibat serangannya tidak sampai menyebabkan kematian tanaman kelapa. Sebagai ilustrasi: serangan hebat pada kebun kelapa akan menyebabkan buah termuda gugur, dan disusul gugurnya buah-buah kelapa yang lebih tua

Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win
merupakan salah satu hama penting dan bagian dari mata rantai makanan pada tanaman kelapa. Serangan hama ini dalam waktu singkat dapat menyebabkan terjadinya kerusakan yang signifikan pada daun tanaman dan merupakan petani kelapa, walaupun akibat serangannya tidak sampai menyebabkan kematian tanaman kelapa. Sebagai ilustrasi: serangan hebat pada kebun kelapa akan menyebabkan buah termuda gugur, dan disusul gugurnya buah-buah kelapa yang lebih tua

Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win
merupakan salah satu hama penting dan bagian dari mata rantai makanan pada tanaman kelapa. Serangan hama ini dalam waktu singkat dapat menyebabkan terjadinya kerusakan yang signifikan pada daun tanaman dan merupakan petani kelapa, walaupun akibat serangannya tidak sampai menyebabkan kematian tanaman kelapa. Sebagai ilustrasi: serangan hebat pada kebun kelapa akan menyebabkan buah termuda gugur, dan disusul gugurnya buah-buah kelapa yang lebih tua

Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win
merupakan salah satu hama penting dan bagian dari mata rantai makanan pada tanaman kelapa. Serangan hama ini dalam waktu singkat dapat menyebabkan terjadinya kerusakan yang signifikan pada daun tanaman dan merupakan petani kelapa, walaupun akibat serangannya tidak sampai menyebabkan kematian tanaman kelapa. Sebagai ilustrasi: serangan hebat pada kebun kelapa akan menyebabkan buah termuda gugur, dan disusul gugurnya buah-buah kelapa yang lebih tua

Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win

Budidaya Kelapa Kopyor

   Budidaya kelapa kopyor bisa menjadi peluang usaha yang sangat menjanjikan dibanding dengan kelapa biasa. Dari segi keuntungan, kelapa kopyor memiliki nilai jual 10 kali lebih mahal dibanding dengan kelapa biasa. Sayangnya penyediaan bibit pohon kelapa kopyor masih sulit ditemu sehingga masih jarang dibudidayakan tetapi ini merupakan sebuah peluang karena nilai ekonomis yang besar dan pesaing sedikit.
Kelapa kopyor sendiri sebenarnya merupakan kelapa yang mengalami kelainan genetik secara alamiah. Kelainan genetik ini menyebabkan daging buah empuk bertekstur gembur dan daging buah sebagian besar tidak melekat pada tempurung. Karena daging tidak melekat pada tempurung jika kelapa kopyor ini dikocok-kocok maka akan terdengar seperti kelapa berisi pasir.

Tipe Kelapa Kopyor

Kelapa Kopyor Tipe Dalam
 Kelapa kopyor tipe dalam memiliki cirri-ciri sebagai berikut
  • Memiliki batang besar
  • Memiliki bol pada pangkal batang
  • Berbunga pada umur 5-7 tahun
  • Buah kelapa berukuran cukup besar, tetapi produktifitas sedikit. Dalam 1 tandan hanya menghasilkan buah kopyor sebanyak 1-2 butir.
  • Buah kelapa kopyor tipe Dalam terdiri atas 3 warna, yitu hijau, hijau kekuningan dan coklat, hijau kekuningan
  Tipe dalam ini hanya menghasilkan buah kopyor sedikit karena dalam penyerbukan bunga silang sehingga pertemuan antara gen resisif  pada bunga betina dan serbuk sari relatif kecil. Kelapa kopyor tipe dalam ini banyak dibudidayakan di daerah Kalianda (Lampung Selatan), Ciomas (Bogor), Sumenep dan Jombang (Jawa Timur) dan Pati (Jawa Tengah).

Kelapa Kopyor Tipe Genjah
 Tipe yang kedua di kelapa kopyor adalah tipe genjah, ciri-cirinya sebagai berikut
  • Memiliki batang lebih kecil dibanding dengan tipe dalam
  • Tidak memiliki bol pada pangkal batang
  • Tipe genjah berbuah lebih cepat, yaitu mulai berbuah pada usia 3-4 tahun
  • Ukuran buah lebih kecil tetapi produktifitas lebih banyak.
  • buah kelapa kopyor tipe Genjah terdiri atas 5 warna, yaitu; hijau, hijau kekuningan, coklat tua, coklat muda, kuning, (gading wulan) dan orange (gading).
  Produktifitas buah kopyor tinggi karena tanaman menyerbuk sendiri sehingga peluang pertemuan antara gen resisif pada bunga betina dan serbuk sari lebih besar. Kelapa koyor tipe genjah banyak dibudidayakan didaerah Pati Jawa Tengah.
bibit kelapa kopyor

Budidaya Kelapa Kopyor

  Untuk melakukan budidaya kelapa kopyor pemilihan bibit yang unggul menjadi salah satu kunci kesuksesan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah meluncurkan beberapa varietas unggul kelapa kopyor, yaitu  varietas Kelapa Genjah Coklat Kopyor, Kelapa Genjah Hijau Kopyor dan Kelapa Genjah Kuning Kopyor.
Untuk memperbanyak kelapa kopyor bisa menggunakan sistem invitro yaitu dengan penumbuhan embrio dari buah kopyor pada media tumbuh buatan dan dikondisi aseptik di laboratorium. Dengan metode invitro ini mampu menghasilkan kopyor hingga 100%. Untuk kelapa kopyor tipe Dalam jika menggunakan teknik invitro penanaman bibit kelapa kopyor harus terpisah dari pertanian kelapa biasa. Hal ini untuk mencegah penyerbukan silang dengan kelapa biasa. Sedangkan untuk tipe Genjah bisa ditanam bersamaan dengan kelapa biasa.

Hama dan Penyakit Kelapa Kopyor

  Hama dan penyakit dalam melakukan budidaya kelapa kopyor sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kelapa biasa, jenis hama yang sering menyerang antara lain Plesispa rechei Chapuis, Brontispa longissima Gestro, Oryctes rhinoceros L. dan Artona catoxantha.
Untuk penyakit yang sering menyerang kelapa kopyor antara lain bercak daun, busuk kering, busuk janur, pendarahan batang, busuk pucuk, gugur buah dan penyakit yang di sebabkan oleh Phytoplasma.
Contoh kelapa yang terserang penyakit :